Sinarnya SulSel dan Bantaeng Satu Sofa di Tausyiyah Almarhum KH Abd Madjid Rudda

Malam kedua Tausyiyah Almarhum KH Abd Madjid Rudda.
Duduk dari kanan ke kiri, H Sahabuddin, H Ilham Azikin dan HM Nurdin Abdullah pada acara Tausyiyah Almarhum KH Abd Madjid Rudda di Bantaeng (26/02/20).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel), HM Nurdin Abdullah bersama Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin dan Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin menghadiri Tausyiyah Almarhum KH Abd Madjid Rudda di Lingkungan Pasorongi, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Rabu malam (26/02/20).

Di sofa yang sama, ketiganya menjadi tamu agung pada malam kedua Tausyiyah atau Tazkiratul Maut yang diadakan pihak keluarga Almarhum. Kedatangan Gubernur SulSel merupakan hal tak disangka-sangka jauh sebelumnya.

Hal itu dibenarkan Muh Nasir selaku Master of Ceremony (MC). Namun demikian, dirinya sangat berterima kasih, dengan harapan dapat menyemangati sekaligus menghibur keluarga yang ditinggalkan.

“Kita semua merasa kehilangan dengan Almarhum. Tapi kita juga merasa gembira mendapat informasi bahwa Insya Allah malam ini akan bertemu dua sinar, sinarnya Bantaeng dan sinarnya Sulawesi Selatan”, ujar Nasir.

Diterangkan bahwa Madjid berpulang keRahmatullah pada hari Senin (24/02) dan dikebumikan sekitar ba’da Dhuhur pada Selasa siang (25/02). Semasa hidupnya merupakan Tokoh Islam yang aktif sebagai Pendakwah, terakhir menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantaeng.

Nurdin Abdullah kemudian diberi kesempatan menyampaikan sepatah kata di hadapan jama’ah. Diterangkan bahwa Almarhum adalah sosok baik hati, bahkan banyak memberi petuah kepada dirinya selama 10 tahun menjabat sebagai Bupati Bantaeng.

“Kepada Saya beliau selalu memberi fatwa, nasehat, petuah, juga kepada kita semua. Alhamdulillah Saya selama hampir 10 tahun di Bantaeng ini, kita semua hidup rukun”,

Gubernur bergelar Professor itu menyampaikan duka mendalam dan merasa sangat kehilangan Almarhum. Dia mengenalnya sebagai seorang Ulama, sahabat serta orang tua yang menjadi panutan bagi semua masyarakat Bantaeng.

“Mudah-mudahan kita bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan dan harapan Almarhum. Kuburannya menjadi taman-taman Surga, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan untuk mengikhlaskan Almarhum”, harapnya.

NA juga menyampaikan rasa syukur dan haru karena disaat keluarga berduka, bisa hadir di tengah-tengah keluarga dan juga masyarakat yang turut berduka.

Read:  Duta Lilin yang Menggoda Segera Grand Launching

Tausyiyah saat itu diisi dengan Ceramah Islamiah dari Ustadz Baharuddin B. Wakil Ketua Bidang Ukhuwah MUI Bantaeng itu mengajak jama’ah untuk menyiapkan diri sebelum ajal menjemput.

“Berbekallah, siapkanlah bekal dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. Ini perintah dari Allah Swt, menyiapkan bekal untuk menghadap Allah Swt”, tuturnya mengartikan sepenggal ayat 197 dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah.

Salah satu jalannya kata dia dengan memperbanyak dan meningkatkan ibadah. Meski begitu tidak boleh disalah artikan bahwa peningkatan ibadah bukan berarti Shalat 5 waktu menjadi 6 waktu. (*)