Bak Gula, NA Dikerubuti Warga Tatkala Dadak Bantaeng

Kunjungan Nurdin Abdullah ke Bantaeng.
Nurdin Abdullah (tengah) bersama Bupati Bantaeng (kiri) dan warga menikmati sarapan di Pusat Kuliner Bantaeng (19/01/20).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Pagi yang ceria di akhir pekan ketiga Januari, warga Bantaeng kedatangan petinggi Provinsi SulSel (Sulawesi Selatan) yakni HM Nurdin Abdullah selaku Gubernur SulSel. Dia menyambangi daerah ini pada Minggu pagi (19/01/20).

Kedatangannya ke Bantaeng seakan sunyi senyap, tanpa diketahui lebih awal. Nurdin Abdullah atau NA diketahui akan mengunjungi Pantai Bira dengan agenda utama meninjau Titik Nol Bulukumba yang menjadi destinasi wisata.

Saat tiba, NA jogging dengan mengitari Lapangan Pantai Seruni Bantaeng di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Tampak para pejabat daerah ini mendampingi, termasuk Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin.

“Jogging kembali ramai karena ada pak Gubernur. Dulu kan begini juga, hampir setiap pagi dan sore itu selalu ramai orang jogging, disini juga tempat paling nyaman kita bertemu pak Prof waktu masih Bupati”, tutur seorang warga Bantaeng.

Tak hanya pejabat, warga pun ikut jogging. Bahkan usai itu, NA menyempatkan menikmati sarapan bubur ayam di salah satu cafe di Pusat Kuliner yang ada di sekitar Tribun Pantai Seruni Bantaeng.

“Luar biasa warga Bantaeng yang selalu semangat berolah raga. Semoga Bantaeng terus berkembang”, ujar NA.

Diserbu warga bak gula dikerubuti semut. Sebagian besar meminta foto bersama, fenomena ini bukan hal baru bagi NA sejak memimpin Bantaeng selama 10 tahun (2008-2018).

Read:  Peringati Hari Kesadaran, Sekda Bantaeng: Bekerja Jangan Oriented Money

Tak kalah menariknya fans berat NA yakni Penjual Poteng serta para pedagang asongan lainnya. Seperti biasa, kedatangan NA diakuinya sebagai berkah layaknya hujan di tengah kemarau panjang.

“Syukur sekali kalau ada pak Prof. Pasti mi (sudah pasti) dapat lagi (Red: rezeki berupa uang tunai senilai ratusan Rupiah)”, ungkap perempuan yang disapa Bacce.

Dia sehari-hari menjual tape (poteng) dengan menjajakan di sejumlah area di Kabupaten Bantaeng. Satu wadah poteng, oleh NA dihargai 300 ribu Rupiah.

Read:  Video: Kunker DPRD dan Dinas Pariwisata Luwu ke DisBudPar SulSel

Nilai yang sangat jauh dari harga dasar sekira 5 kali lipat. Poteng yang dibeli NA kemudian dibagikan kepada siapa saja yang ingin menikmatinya.

Umumnya dibungkus dengan kantongan kresek kecil untuk dibawa pulang. Lagi-lagi fenomena ini menjadi kerinduan bagi warga tatkala NA kembali bertandang ke Bantaeng untuk waktu dan kesempatan tertentu. (*)