Di KBK Jilid III, SBY Janjikan Desa Segera Bisa Akses Internet

Materi Pertama Kemah Buku Kebangsaan Jilid III.
SBY (duduk di atas panggung) menjadi pemateri pertama Kemah Buku Kebangsaan Jilid III (26/10/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Hari pertama gelaran Kemah Buku Kebangsaan (KBK) Jilid III menghadirkan narasumber yang cukup dikenal karena kepekaan dan kedekatannya dengan kalangan pemuda, khususnya di Kabupaten Bantaeng.

Adalah SBY, saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Bantaeng. Tokoh yang bernama lengkap Syahrul Bayan itu memberi semangat peserta KBK.

Dia sekaligus menjadi narasumber pertama setelah pembukaan dari event yang dihelat pada Sabtu pagi (26/10/19). Dikatakan bahwa dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui institusi yang dipimpinnya akan memperluas jaringan internet di Bantaeng.

“Kedepan, kami akan bekerja sama dengan vendor penyedia internet, bagaimana agar akses internet bisa sampai tingkat kecamatan dan desa”, jelasnya.

Setidaknya akses internet inj sudah terealisasi hingga akhir tahun 2020. Untuk langkah awal, ada satu desa di Kecamatan Ulu Ere akan dijadikan percontohan.

“Salah satu desa yang kita gagas adalah Desa Bonto Tangnga untuk menjadi desa digital. Jadi nanti bisa memanfaatkan internet untuk layanan pengaduan masyarakat”, ujarnya.

Tak sebatas itu, internet bisa dibagi ke masyarakat untuk pemanfaatan lebih luas agar bisa mencari informasi yang dibutuhkan. Demikian halnya terkait pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), baik Pemerintah Desa maupun masyarakat bisa berkompetisi meningkatkan kualitasnya.

“Insya Allah seluruh jaringan TIK Fiber Optic di SKPD bisa lebih membaik di tahun 2020 hingga tahun 2021. Kalau saat ini, kualitas layanan memang agak melambat, tapi itu karena persoalan teknis saja”, tutupnya.

Diketahui bahwa lokasi KBK Jilid III di Trans Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere itu terkendala dengan akses jaringan telekomunikasi khususnya internet serta seluler baik GSM maupun CDMA.

Read:  Warga Trans Muntea Relakan 4 Meteran KWh Mendarat Tanpa Helipad Di Lokasi KBK III

Dampaknya, kegiatan yang mulai dihelat tanggal 19 hingga 28 Oktober 2019 itu sepertinya kurang diketahui perkembangannya. Betapa tidak Facebooker, YouTuber maupun pelaku sosial media lainnya terhalang melakukan posting di dunia maya.

Mesti jeli mencari koordinat tertentu di sekitar lokasi itu agar gadget yang dimilikinya bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Itupun harus ekstra sabar dan tenang.

Read:  14 Pendaftar Ikuti Tes Untuk Dua Jabatan Perangkat Desa Bonto Tangnga

Dibenarkan oleh Takdir selaku Pembina KBK bahwa panitia kegiatan mengalami kesulitan dalam mempublikasikan proses kegiatan sejak awal. Meski begitu rangkaian kegiatan tetap berlangsung dengan lancar.

“Kita cukup kesulitan mengakses internet. Rumitnya, teman-teman yang ingin bergabung dan datang kesini, mencari tahu dimana lokasi KBK, kami terkendala men-share location”, pungkasnya.

Mengimbangi kendala itu, Takdir bersama rekannya menugaskan secara khusus divisi Humas KBK untuk berkreasi agar publikasi tetap bisa dilakukan. Pihaknya juga menggandeng Jurnalis dari media mainstream dengan harapan KBK tetap bisa dipantau masyarakat. (*)

Read:  Anak Muntea Gali Ilmu Lewat Taman Baca KBK