
Dikatakan bahwa Jurnalis merupakan pesuruh masyarakat yang juga dituntut belajar seperti halnya elemen masyarakat lainnya. Mencari bahan tulisan untuk dijadikan berita kemudian disajikan kepada masyarakat sebagai pembaca.
“Banyak sekali penulis berita yang tidak lagi berpegang pada Etik Jurnalis”, ujarnya.
Hamson menghimbau para Jurnalis untuk banyak membaca Undang-undang, apalagi terkait dengan aturan-aturan yang bisa mendukung tulisannya.
Narasumber kedua datang dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Makassar yakni Nurdin Amir selaku Ketua. Materi bertajuk “Jurnalisme Advokasi” mengantar peserta membuka pikiran bagaimana menjadi seorang Jurnalis berbasis data.
“Jurnalis harus punya keberpihakan. Kaitannya dengan perempuan dan anak, tentu kita harus berpihak pada korban”, pungkasnya.
Pelatihan yang dipandu Rusdin Tompo dari BaKTI dan Nurlina Arsyad dari AJI itu, dibagikan sebuah buku bertajuk “Panduan Jurnalis Berprespektif Perempuan dan Anak”. (*)
