
Tujuannya untuk memberikan pemahaman akan pentingnya nilai juang hingga kemerdekaan ini terwujud yang kemudian menjadi peluang bagi generasi muda mengisi kemerdekaan melalui karya baktinya.
“Kita akan mencoba mengubah karakter dan juga kedisiplinan anak-anakku sekalin melalui Diklat ini”, jelas Abdul Wahab.
Hal kedua, melalui detik-detik peringatan 17 Agustus dia berharap satu pun kelemahan dan kesalahan tidak boleh terlihat di depan masyarakat.
Nantinya akan membuat peserta bangga termasuk pelatih, panitia dan orang tua serta masyarakat Bantaeng pada umumnya.
“Kalau anak-anakku melakukan kesalahan, yang pertama kecewa adalah pelatih, panitia termasuk orang tua kalian, begitu juga sebaliknya. Tapi kalau hasilnya sempurna. mungkin ada peserta upacara yang menetes air matanya nanti”, tuturnya.
