DPPKB Bantaeng Pressor Pokja Kampung KB Ulu Ere Lewat Tulisan Gaya AMBAE

Pertemuan Pokja Kampung KB Desa Bonto Tallasa.
Peserta Pertemuan Pokja Kampung KB Desa Bonto Tallasa dari kalangan penyuluh, kader dan masyarakat.

Minimal kata dia, kaidah menulis dalam skala laporan sesuai yang dipersyaratkan instansi yang menaunginya itu jelas harua dipatuhi agar tidak menjadi bias. Bahkan keberadaan Kampung KB sebagai ruang memunculkan usulan, masukan serta ajang menggambarkan potensi, kenapa tidak dituangkan kedalam dunia maya atau internet.

“Sekarang bisa dihitung jari mereka yang tidak memiliki ponsel berbasis Android ataupun iOS, Microsoft, Linux dan sebagainya. Jangankan kaum milenial, pekerja kebun pun kerap tergantung di lehernya smartphone dengan harga mentereng, AMBAE kita maksimalkan penggunaannya”, ajak dia dengan bahasa Makassar (AMBAE=Ayo, mari, yuk).

Mengalir dalam pemaparannya, sejak awal telah memilih waktu untuk berbicara diakhir dengan harapan semua materi sebelumnya dapat terangkum ke dalam tulisan bernilai potensi serta bermanfaat bagi wilayah itu dan warganya.

Read:  Ketua PERSAKMI Pusat-Bupati Bantaeng Sepakat Sarjana Kesmas Turun ke Lapangan

Basri selaku Ketua Pokja Kampung KB Desa Bonto Tallasa lalu angkat bicara saat sesi diskusi. Demikian halnya seorang Anggota Pokja Kampung KB Desa Bonto Tallasa, Rekawati.

Dua pegiat Kampung KB di desa itu berharap besar akan hadirnya media berbasis online yang bisa dijadikan wadah untuk menulis. Jika selama ini masukan-masukan dari bawah dituangkan lewat kertas, mereka ingin naik satu tingkat menjadi tulisan elektronik.

“Bagaimana caranya itu pak kalau kita mau ada juga linknya. Jadi bukan lagi menulis saja dan lama kelamaan menghilang”, tutur Rekawati.