Isteri NA Janji Bakal Bawa Sutera Wajo ke Tong Tong Fair Belanda

Kunjungan Liestiaty F Nurdin di toko sutera Kabupaten Wajo.
Toko Ademmy Wajo salah satu yang menjual sutera.

AMBAE.co.id – Wajo. Kerajinan sutera di Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) khususnya di Kabupaten Wajo kembali mendapat lampu hijau dalam rangka pengembangan untuk lebih mendunia.

Isteri dari HM Nurdin Abdullah atau Gubernur SulSel sekarang menjanjikan untuk mengenalkan produk satu ini di kancah internasional. Tepatnya pada event bergensi “The 61th Tong Tong Fair of Netherland”, Hj Liestiaty F Nurdin selaku Ketua Dekranasda SulSel akan membawa produk khas Wajo itu untuk dipamerkan.

“Nanti kita bawa sutera Wajo untuk dipamerkan di Tong Tong Fair Belanda. Tentu ikut juga satu orang dari Wajo”, pungkasnya.

Pameran itu akan dihelat 23 Mei-2 Juni 2019 di Malieveld, Koningskade 1, 2596 AA Den Haag Belanda yang berjarak sekitar 5 menit dengan berjalan kaki dari Stasiun Malieveld.

Read:  Family Gathering UNHAS, Liestiaty F Nurdin: Jangan Pakai Plastik

Lies kembali menegaskan saat melantik Hj Maryam Amran sebagai Ketua Dekranasda Wajo dan Ketua Tim Penggerak PKK Wajo Periode 2019-2024 di Gedung Balla Lompoa Wajo, Selasa (23/04/19) jika hal itu bagian dari apresiasi dan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi SulSel, PKK SulSel dan Dekranasda SulSel untuk menggaungkan ulat sutera dan sutera itu sendiri di mata dunia.

“Berbagai upaya kita lakukan untuk menjadikan sutera sebagai salah satu komoditi ekspor dunia. Salah satunya membangun peternakan ulat sutera”, jelas Lies.

Dia lalu menuturkan bahwa Rabu besok, 24 April 2019 akan bertemu Gubernur SulSel dengan Bupati Wajo, Amran Mahmud dan Duta Besar Jepang di Surabaya untuk membahas lebih lanjut rencana pengembangan ulat sutera di SulSel.

Read:  Satlantas Polres Bantaeng Kumpulkan 35 Kantong Darah Jelang HUT Lantas Bhayangkara ke-64

Diketahui ada 7 daerah yang fokus mengembangkan sutera. Oleh Dekranasda dan PKK SulSel sendiri telah dilangsungkan Festival Sarung SulSel 2019 untuk membudayakan sarung sutera dipakai seluruh masyarakat.

Selama berada di Wajo, Lies mengunjungi toko Ademmy, salah satu yang menjual sarung sutera. Dia lalu membeli beberapa hasil kerajinan sutera setempat. (*)