DPRD Barru Sambangi DisBudPar SulSel: Minta Bekal Melangkah ke 2021-2022

 

DisBudPar SulSel Mengawal Pariwisata Barru.
Syamsuddin Muhiddin menjadi pembicara utama rombongan DPRD Barru saat melakukan Kunjungan Kerja ke DisBudPar SulSel (17/03/21).

AMBAE.co.idMakassar. Sama halnya dengan kunjungan daerah lain di Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), bagaimana mendapat dukungan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang membidangi kepariwisataan dan juga kebudayaan. Tak lain adalah DisBudPar (Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan) Provinsi SulSel sebagai perpanjangan tangan secara teknis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) SulSel.

Pada Rabu siang (17/03/21) sekitar pukul 14:30 Wita, mendapat kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barru. Rombongan digawangi Wakil Ketua DPRD Barru, AFK Majid dan diterima secara resmi di Aula Rapat, Gedung Mulo, DisBudPar SulSel.

Turut bersamanya, Ketua Komisi III, H Syamsuddin Muhiddin beserta 7 Legislator, seorang Staf Ahli DPRD Barru, Kasubag Rapat dan Persidangan dan Staf. Tampak pula Kepala Dinas Pariwisata (KadisPar Barru), A Syarifuddin.

Menariknya, utusan dari Barru itu berharap dikawal untuk mengarungi tahun 2021 serta menyongsong 2022. Di mana untuk tahun 2022 sendiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru bakal menggelar event bertaraf nasional yakni Festival Paralayang.

“Satu hal yang kami inginkan untuk jadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, bagaimana Festival Paralayang tahun 2022 bisa kita laksanakan, ini event nasional. Apakah memungkinkan kita lakukan pada tahun 2022″, tegas H Syamsuddin Muhiddin yang dimandat sebagai pembicara utama rombongan.

Lanjut dia, Barru memiliki sejumlah potensi pariwisata yang diyakininya tak kalah menarik dibanding daerah lain di SulSel. Bahkan memiliki destinasi layaknya Grand Canyon di USA (Unites Stated of Amerika) yang oleh Barru dinamai Celebes Canyon.

Read:  13 Orang Isi Kepengurusan GenPI SulSel Untuk Periode 2020-2021

Dia pun meminta agar DisBudPar SulSel dapat merespon kebutuhan penyediaan serta perbaikan sarana dan prasarana di Barru yang sekaligus menjadi tujuan utama Kunjungan Kerja yang terjadwal selama 3 hari itu. Termasuk di antaranya mengharapkan peran OPD ini memfasilitasi serapa anggaran dari pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (KemenParEkRaf RI).

“Siapa tahu bisa dimasukkan lebih lanjut di tingkat pembahasan, baik forum TPAD maupun DPRD nanti. Inilah gambaran singkat potensi dan kebutuhan pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Barru tahun 2021 ini dan tahun 2022.

Menurutnya, selama ini Pemkab Barru telah berupaya semaksimal mungkin mengembangkan dan memajukan pariwisata, baik itu wisata budaya, wisata alam dan juga wisata air. Hanya saja, diakui jika belum optimal, kedalanya pada beragam faktor terutama anggaran dan kondisi Pandemi COVID-19 yang hingga kini belum jua berujung.

Sementara itu, Sekretaris DisBudPar SulSel, Kemal Redindo Syahrul Putra mengatakan, memang dibutuhkan sinergitas, kolaborasi dan kebersamaan semua pihak dalam hal optimalisasi pembangunan. Bahwa, sektor pariwisata bagian penting untuk menggerakkan sektor lain, karenanya dari awal patut melibatkan semua sektor untuk menggenjot salah satu sektor unggulan Pemprov SulSel dimaksud.

“Dari Kementerian sudah menetapkan bahwa tahun 2021, 2022 dan tahun-tahun selanjutnya, intens menggenjot daerah wisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Bicara KTI, tentu gerbangnya Sulawesi Selatan, karena ini jelas SulSel, maka kotanya itu Makassar, mudah-mudahan kita di daerah peka dan tanggap menagkap peluang ini”, harap Dindo, sapaan akrabnya yang oleh Kepala DisBudPar SulSel, Denny Irawan Saardi memandatkan kepadanya menyambut rombongan saat itu.

Di hadapan para Legislator dan KadisPar Barru, Dindo mendorong munculnya destinasi unggulan. Bukan malah mengunggulkan semua Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada, dengan harapan pemanfaatan anggaran untuk pembangunan bisa lebih maksimal serta pencapaian kunjungan wisatawan pun melampau target.

“Fokuskan yang mana terbaik dari destinasi itu. Kalau di Amerika ada Grand Canyon, kita masyarakat Sulawesi Selatan juga punya, jadi wisatawan bisa membuat perimbangan antara Amerika dan SulSel”, ujar dia.

Dirinya mengisahkan, 2014 silam pernah melakukan touring ke Lappa Laona dengan offroad. Pemandangannya luar biasa indah, bahkan dapat dikategorikan unik dengan strategisnya Barru sebagai daerah perlintasan di poros Utara.

Read:  Tabligh Akbar 1 Muharram 1441 H, Bupati Bantaeng: Mari Bermuhasabah

Menyikapi itu, Pemkab Barru seharusnya kata Dindo, bukan sekedar mengembangkan infrastruktur destinasi semata. Hal penting menurutnya, penyiapan perhotelan, restoran serta event yang berkesinambungan.

“Janganlah cuma jadi daerah perlintasan, tapi minimal jadi daerah persinggahan dari Makassar ke Toraja dan sebaliknya. Begitu juga ke Wajo sana dan sekitarnya, kita ke Barru bukan cuma makan gogos”, pungkasnya disambut suasana cukup hening dan anggukan tetamu.

Target Dindo, Barru benar-benar punya kemampuan membuat wisatawan berhenti, paling tidak singgah sehari atau dua hari sebelum ke destinasi di Toraja. Hal lain, mengubah pola pikir sebagian warga masyarakat untuk menghormati turis sebagai sumber devisa, sumber ekonomi kerakyatan dan sumber kesejahteraan bagi masyarakat luas di sekitar destinasi wisata.

“Ingat bahwa kita harus siap dengan sapta pesona, desa wisata dan kelompok sadar wisata. Lalu, perbaiki salah satu kelemahan kita ketika ada turis, biasanya diteriaki kan, itu bukan perilaku yang bagus. Turis itu bukan ji (bukanlah) tuhan, tapi mendatangkan banyak uang”, imbuhnya.

Terkait permintaan rombongan untuk dikawal hingga ke Kementerian, SekDisBudPar SulSel mengingatkan agar daerah termasuk Barru memahami proses yang harus dipatuhi tatkala Pemprov SulSel dihadirkan membantu pembangunan sarana dan prasarana di daerah. Satu di antaranya, Kabupaten/Kota memperhatikan hibah, seperti halnya ketika Bantuan Keuangan Daerah digelontorkan Syahrul Yasin Limpo selaku Gubernur SulSel di tahun 2017 untuk Pemkab Barru.

Read:  Minta Gedung Kesenian Direnovasi, Ketua PKK SulSel: Gratiskan Pemakaiannya

Pembangunan juga tidak semestinya hanya bertumpu pada pemanfaatan APBD yang diketahui nilainya terbatas. Sehingga beberapa metode akan mujarab sebagai penyokong, semisal CSR (Corporate Social Responsibility) maupun pelibatan pihak ketiga sebagai pengelola sebuah DTW.

Di akhir kunjungan kerja, rombongan berkesempatan menyaksikan teknologi terbaru berbasis digital yang dimiliki DisBudPar SulSel untuk mempromosikan kepariwisataan 24 Kabupaten/Kota. Dipandu Ahmad Yusran selaku Kepala Seksi Pembinaan Event Pariwisata, Takdir H Wata selaku Kepala Seksi Pengembangan Daya Tarik Wisata serta Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Hj Djamila Hamid. (*)