Cuma 3 Hari, Cabang Disdik Wilayah V SulSel Telorkan 62 Inovasi Sekolah

Gathering Innovation Cabang Disdik Wilayah V SulSel.
Rahman Ramlan (kiri) dan Bustanul Arifin (kedua dari kanan) pada Gathering Innovation di Same Resort Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba (24/10/20).

AMBAE.co.id – Bulukumba. Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah V Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) berhasil menelorkan 62 inovasi sekolah sejak digelarnya Workshop “Menemukenali Inovasi Sekolah di Hotel Agri Bulukumba pada tanggal 19 Oktober lalu. Merupakan inovasi untuk jenjang pendidikan SMA (Sekolah Menengah Atas), SMK (Sekolah Menengaj Kejuruan) Negeri dan Swasta serta SLB (Sekolah Luar Biasa) dari 2 daerah berbeda, Kabupaten Bulukumba dan Bantaeng.

Inovasi itu diterima langsung Bustanul Arifin selaku Kepala Cabang Disdik SulSel di Same Resort Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba pada Sabtu (24/10/20). Di mana telah berlangsung Rencana Implementasi Inovasi dan Gathering Innovation selama sehari,

Read:  PKK SulSel Bekali Kader dari 24 Daerah Cara Mengolah Lahan Pekarangan

Diikuti sekitar 124 Guru dan juga Kepala Sekolah dari 62 sekolah. Sebelumnya, Profil Ide Inovasi yang diracang Jum’at kemarin, telah melewati asistensi dari Tim Bonthain Institute yang dipercayakan sebagai Pendamping Inovasi.

“Ini bukti komitmen kita semua untuk terus melakukan perubahan di sekolah. Kita ketahui bersama, tantangan pendidikan makin berat, kini dan ke depan”, tegas pria yang akrab disapa Tanul itu.

Era industri 4.0 yang disebut erat kaitannya dengan era milenial, tak lepas dari kesiapan dunia pendidikan untuk memahami seperti apa dan bagaimana prinsip milenium itu sendiri. Karenanya dibutuhkan langkah inovatif yang selanjutnya diaplikasikan ke dalam Proses Belajar Mengajar (PBM).

Read:  Didapuk Narasumber Ketiga Bincang Buku Relasi, Ilham Azikin: Literasi ala Kultural

Sejalan dengan “One School One Innovation”, adalah program yang menjadi penegasan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi SulSel. Apalagi sejak awal kepemimpinan HM Nurdin Abdullah selaku Gubernur SulSel telah memasukkan pendidikan sebagai salah satu sektor unggulan.

“Tentu akan kita implementasikan ke setiap sekolah. Kepala Sekolah harus berada di garis depan, jadi lokomotif sukses dan berhasilnya ide inovasi ini kita jalankan”, pungkasnya.

Gathering bersama Tim Bonthain Institute, peserta disuguhi Fun Games. Rahman Ramlan selaku Direktur Tim Bonthain Institute dan juga Konsultan Inovasi mengungkapkan jika pihaknya mempertemukan seluruh peserta guna mempererat silaturahmu melalui permainan.

“Iya, ada Fun Games untuk seluruh peserta juga panitia (Red: Cabang Disdik Wilayah V SulSel). Di situ, mereka saling mengenal lebih jauh, saling membantu, bekerja sama serta belajar membangun kebersamaan tim, jadinya makin akrab”, ujarnya.

Di lokasi itu pula, Tim Bonthain Institute mengarahkan peserta dan panitia melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan. Rahman berdalih, agar lebih inovatif dan kreatif, seseorang mesti dekat dengan alam, mencintainya lalu menjaga dan melestarikannya. (*)