Masuki Era Normal Baru, Wisnus Datangi Lembah Hijau Rumbia

Destinasi Lembah Hijau Rumbia.
Pengunjung melewati jalan akses masuk ke Lembah Hijau Rumbia Resort (07/09/20).

AMBAE.co.id – Jeneponto. Salah satu destinasi andalan Kabupaten Jeneponto dilirik kembali wisatawan. Adalah Lembah Hijau Rumbia (LHR) Resort di Dusun Manggunturu, Desa Tompobulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Destinasi wisata itu mulai dikunjungi Wisatawan Nusantara (WisNus) selama era normal baru (The New Normal). Dibenarkan Ridwan Daeng Nojeng selaku Pemilik dan juga Pengelola jika tingkat kunjungan mulai membaik.

“Kalau Sabtu Minggu itu bisa ratusan orang datang kesini. Ya sudah mulai ada peningkatan, hari-hari biasa sekitar 20 pengunjung”, jelasnya kepada AMBAE, Senin (07/09/20).

Dia optimis, beberapa tahun mendatang akan terjadi lonjakan kunjungan. Mengingat kondisi pandemi COVID-19 berangsur-angsur mulai menunjukkan perubahan positif, ditambah suasana yang ditawarkan mampu memanjakan pengunjung.

“Saya prediksi 5 tahun lagi, Rumbia ini sudah menggila. Tadinya ini kan jalan sapi, masih sepi dan rawan kejahatan, makanya Saya kasi contoh dan mereka sekarang ikut, Jeneponto sekarang punya tempat wisata lain”, ujar Nojeng.

Dikatakan bahwa peningkatan ekonomi lokal bisa lebih merata dengan mengubah suasana yang biasa menjadi luar biasa. Bagaimana mengelola alam dengan segala potensinya menjadi destinasi wisata yang keren.

Read:  Aksi Solidaritas Jurnalis Minta Bupati Copot Oknum ASN Sinjai

LHR Resort sendiri dia bangun sejak 2010, saat ini mencapai luas kurang lebih 2 Hektar. Sementara lahan yang dimanfaatkan belum 1 Hektar, di mana telah terbangun gazebo, kolam renang serta cafe dan resort.

Nojeng menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan beberapa pembenahan pada fasilitas LHR Resort. Karenanya dia berharap pengunjung dapat memahami kondisi yang sedikit mengganggu kenyamanan selama berada di area tersebut.

“Tahun 2007 Saya ke Bali, kita kan harus melihat dulu baru membuat seperti ini. Rupanya tidak jauh beda tempatnya di daerah Saya, jadi kenapa tidak membuat yang sama, bedanya kan SDM-nya”, terang dia.

Targetnya, 3 hingga 4 bulan lagi LHR Resort sudah normal dan siap dimanfaatkan lagi seluruh fasilitas yang ada. Nojeng menegaskan bahwa jualan utamanya berupa pemandangan areal persawahan. (*)