Titian Calendu Bakal Membuka Akses Ekonomi Warga Batu Langgayya

Pembangunan jembatan Batu Langgayya Bantaeng.
Proses pembangunan jembatan di Kampung Batu Langgayya, Bantaeng (04/10/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Setelah puluhan tahun terisolir, kini masyarakat Kampung Batu Langgayya, Dusun Batu Tiro, Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng bisa benapas lega.

Pasalnya jembatan yang menghubungkan kampung itu dengan Kampung Kupanga, Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng segera rampung. Saat ini dalam tahap pengerjaan oleh PT Cahaya Seppang Bukukumba.

Proyek senilai kurang lebih 12 Milyar Rupiah itu dibangun Pemerintah Kabupaten Bantaeng sejak 16 Juli 2019 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bantaeng. Sesuai kontrak yang tertera di papan proyek, jembatan yang melintasi Sungai Calendu diharapkan rampung tanggal 27 Desember 2019

Selama ini, warga kedua Kampung menjadikan ruas ini sebagai alternatif perlintasan. Sehingga penting sekali untuk menyiapkan prasarana transportasi berupa jembatan.

Harapannya, disamping memudahkan akses kendaraan baik roda 2 maupun 4, tak kalah pentingnya kemudahan terhadap lalu lintas ekonomi kedua dusun serta desa dan kelurahan disekitarnya.

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya jembatan ini, taraf perekonomian warga Batu Langgayya bisa semakin maju dan berkembang”, ujar salah seorang warga Kupanga, Abdul Maris, Sabtu (05/10/19).

Dia yang juga adalah Ketua KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) mengaku bersyukur atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Bantaeng dibawah kepemimpinan H Ilham Azikin dan H Sahabuddin sebagai Bupati dan Wakil Bupati saat ini.

“Mereka juga akan lebih dekat dan cepat mengakses pasar tradisional Kampung Beru di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng. Walaupun saat ini pasar itu belum difungsikan”, pungkasnya.

Sebelumnya, warga kerap mengeluh tidak adanya jembatan penghubung. Hasil pertanian masyarakat setempat yang harusnya diangkut untuk dijual di pasar yang ada di pusat kota Bantaeng, warga hanya pasrah dengan kondisi yang ada.

Read:  Ketua PKK Bantaeng Jadikan Rakor PKK Sebagai Ajang Konsolidasi

Terbukanya akses itu, kata Maris adalah pintu yang sangat terbuka bagi warga untuk terus meningkatkan perekonomian di kampung tersebut. Sementara itu, Pemerintah tidak berhenti sampai disitu saja, namun semakin membuka diri lebih jauh ke pelosok untuk memaksimalkan pembangunan.

Termasuk di desa lainnya yang tersebar di 8 kecamatan yang ada di Butta Toa (Tanah Tua) Kabupaten Bantaeng. Untuk penjaringan aspirasi, pihaknya berupaya untuk senantiasa menghadirkan informasi dari bawah untuk diteruskan kepada Pemerintah.

Read:  Hari Bhakti Rimbawan ke-36, Ketua JOIN Takalar: Menjadi Media Promosi Wisata

KIM yang dipimpinnya tak lain adalah kelompok mandiri dengan sejumlah ide kreatif yang menjemput, mengelola serta meneruskan informasi dari masyarakat. Kesemua itu dilakukan demi peningkatan kesejahteraan masyatakat yang lebih baik.

Sejalan dengan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Bantaeng Periode 2018-2023 dengan 3 program prioritas yang kesemuanya mengarah pada pengembangan serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Infrastruktur di daerah kita sudah sangat bagus pasca Pemerintahan Bapak Professor HM Nurdin Abdullah. Insya Allah selama 5 tahun ini kita akan fokus meningkatkan kualitas SDM masyarakat Bantaeng”, ujar Ilham Azikin dalam berbagai kesempatan.

Meski begitu, sarana dan prasarana tetap menjadi perhatian Pemerintahan sekarang. Diantaranya dengan dikerjakannya pengaspalan ruas jalan di Dusun Bonto Buakang, Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng. (*)

Read:  Ilham Azikin: JOIN Bantaeng Jadi Sparring Partner Pemerintah