
AMBAE.co.id – Bantaeng. Shubuh hari, 4 Maret 2026 di Masjid Besar Taqwa Tompong di Kabupaten Bantaeng, seorang santri memenuhi jadwal ceramah. Tak lain adalah Aqsha Ramadhika Azis, santri Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko Bantaeng.
Dia menyampaikan satu hal penting terkait pasangan ideal. Bahwa istri yang sholehah merupakan istri yang taat kepada suaminya.
“Istri yang shalehah adalah selain taat kepada Allah SWT, juga taat kepada perintah-perintah suaminya. Selama perintah suaminya tersebut tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran agama Allah SWT,” kata Aqsha.
Bertepatan itu, akhwat yang berada di sisi kiri masjid tampak senyum dan tersipu malu. Sementara para Ikhwan bergumam sembari berucap “ya…ya…ya…betul itu”.
Lanjut santri berusia 13 tahun itu, tak hanya istri yang wajib taat kepada Allah SWT. Suami pun demikian halnya, bahkan dalam membina keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah, suami punya kewajiban sebagai kepala rumah tangga untuk memimpin istri dan anak-anaknya.
“Suami yang shaleh adalah suami yang taat kepada Allah SWT. Kemudian mampu menjalankan kewajibannya sebagai Kepala Rumah Tangga,” tambahnya.
Manakala istri sudah taat kepada suaminya dan suami pun mampu menempatkan diri sebagai kepala keluarga yang mengayomi, menurutnya telah lahir pasangan ideal. Pasangan yang layak disebut suami yang shaleh dan istri yang shalehah.
“Orang yang selamat di dunia ini, memiliki suami atau istri yang ideal. Suami shaleh dan istri shalehah adalah pasangan yang ideal,” ungkapnya.
Tak kalah pentingnya anak yang shaleh dan shalehah, bagian tak terpisahkan dari keberkahan pasangan ideal. Jika itu bisa dipenuhi, ditambah dengan sifat dan sikap afiat, serta beriman kepada Allah SWT dan selalu bersyukur, Inshaa Allah kata dia, akan diraih keselamatan di dunia.
“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” ungkap Aqsha mengartikan ayat 97 dari Surah An-Nahl.
Sedangkan afiat dalam penjelasannya, berfungsinya anggota tubuh sebagaimana tujuan yang ditetapkan Allah SWT. Aqsha mencontohkan indera penglihatan atau mata semestinya digunakan untuk melihat kebesaran sang Pencipta, semisal membaca Al-Qur’an. (*)