Rumah Tahfidz Nurul Yaqin Kampung Jangka Pallangga Gowa Dikelola Profesional

 

Pengelolaan Rumah Tahfidz Nurul Yaqin.
Majelis Taklim menghadiri Grand Launching Rumah Tahfidz Nurul Yaqin di Gowa (19/02/2023).

AMBAE.co.idGowa. Pendirian rumah tahfidz itu bukan semata-mata agar anak-anak menjadi penghapal Al-Qur’an, tapi juga kelak terbentuk keluarga Qur’ani. Demikian harapan dan semangat yang dicetuskan saat Grand Launching Rumah Tahfidz Nurul Yaqin di Kampung Jangka, Kelurahan Pangkabinanga, Ahad, 19 Februari 2023.

Karena itu, tema kegiatan grand launching adalah “Keluarga Pecinta Al-Qur’an, Berakhlak Qur’ani”. Setelah peluncuran ini, pengelolaan rumah tahfidz di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berjalan reguler dan dikelola secara profesional.

“Semoga kehadiran kita dalam peluncuran ini akan jadi amal jariyah bagi kita. Karena ini pekerjaan dunia dan akhirat,” kata Lurah Pangkabinanga, Maknun, SS, sebelum grand launching.

Maknun mengaku, ini pengalaman pertamanya meluncurkan rumah tahfidz dan berbicara di depan anak-anak santri/santriwati. Kepada anak-anak itu disampaikan agar tidak patah semangat dalam menuntut ilmu. Dia berharap, semoga nanti anak-anak tumbuh jadi generasi yang cinta Al-Qur’an.

Read:  Duta Lilin yang Menggoda Segera Grand Launching

Sementara H Danial Dg Nyikko, S.Pd, M.Si, Sekretaris Yayasan Rumah Tahfidz Nurul Yaqin yang mewakili Ketua Yayasan, H Adnan Dg Ngitung, S.Pd, M.Pd, menyampaikan sebelumnya, rumah tahfidz hanya berlangsung saat weekend. Namun setelah peluncuran, rumah tahfidz yang dibangun dengan dana Rp 1,2 miliar ini, diharapkan akan semakin berkembang. Karena punya pengelola yang profesional. Para pengajarnya tinggal di rumah tahfidz. Sehingga mendukung aktivitas mereka sebagai guru (ustadz/ustadzah).

Rumah Tahfidz Nurul Yaqin dilengkapi fasilitas gedung permanan berlantai tiga. Letaknya tersambung dengan Masjid Nurul Yaqin. Ruang kelasnya luas, nyaman dan ber-AC, menggunakan fasilitas multimedia, wifi, dan lapangan bermain.

Sebelumnya, Ustaz Nasaruddin, S.Pd, M.Sc, menyambut baik kerjasama antara Rumah Tahfidz Nurul Yaqin dengan Rumah Tahfidz Ibnu Amir. Kerjasama dilakukan sampai ada pengelola sendiri.

“Saya hanya datang berdakwah, yang akan melanjutkan itu anak-anak muda. Kami datang untuk membina,” terang Nasaruddin dalam sambutannya.

Pengelolaan Rumah Tahfidz Nurul Yaqin.
Santri dan Santriwati Rumah Tahfidz Nurul Yaqin (19/02/2023).

Diakui, tempat di sini (Rumah Tahfidz Nurul Yaqin) jauh lebih mewah, berlantai tiga dengan fasilitas AC. Kalau nanti ada santri 150an, itu masih terbilang sedikit. Karena ruangnya memadai.

Read:  Rest Area Bantaeng Segera Terapkan Konsep Michi-no-Eki Jepang

Disampaikan, sebagai pengelola, mereka profesional. Pengelola dan guru-gurunya konsisten dan punya loyalitas mengajar. Setiap santri diabsen, daftar hadir diperhatikan.

Ada rapor, sama seperti sekolah formal pada umumnya. Metodenya belajar sambil bermain. Jadwal mengaji diadakan Senin-Jumat. Kalau anak-anak sekolah pagi, dia bisa mengaji sore. Sedangkan kalau dia sekolah siang, bisa ambil kelas pagi.

Kelas rumah tahfidz ini terdiri dari Kelas Ali (usia 5-7 tahun), Kelas Usman (usia 8-9 tahun), Kelas Umar (usia 10-12 tahun), Kelas Abu Bakar (usia di atas 12 tahun) dan Tahassus/remaja dan dewasa.

Read:  Inspektorat Jenderal KESDM RI Bantu Sumur Bor Warga Papan Loe Bantaeng

Kelas regulernya diadakan setiap hari Senin-Jumat, pukul 14.30-17.30 WITA. Sedangkan, kelas weekend, diadakan pada hari Sabtu, pukul 14.30 WITA dan Ahad, pukul 16.00 WITA.

Nasaruddin menekankan pentingnya peran orangtua dalam memotivasi anak-anaknya. Orangtua bisa melihat perkembangan anaknya. Karena ada pertemuan bulanan untuk silaturahmi. Di rumah tahfidz ini ada infaq bulanan dan akad pendidiikan untuk membangun komitmen antara orangtua dan pengelola.

Grand launching ini dihadiri pengurus Yayasan Rumah Tahfidz Nurul Yaqin, pengurus Masjid Nurul Yaqin, Pengelola serta ustadz/ustadzah Rumah Tahfidz Nurul Yaqin. Juga hadir perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pallangga, dan Karang Taruna Pangka Binanga. Hadir pula Kepala Lingkungan Kampung Jangka, ibu-ibu majelis taklim Kampung Jangka, serta orangtua santri dan santriwati yang berasal dari Gowa dan Makassar. (*)