Golden Anniversary KORPRI, Kadisbudpar Sulsel: Maksimalkan Potensi dan Kompetensi

 

Kadisbudpar Sulsel (kiri) dan Sekdisbudpar Sulsel pada pertemuan memperingati HUT KORPRI ke-50 (29/11/21).

AMBAE.co.idMakassar. Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Kadisbudpar Sulsel), Muhammad Jufri mengambil alih pimpinan dalam sesi pertemuan bersama jajarannya di Gedung MULO, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Kota Makassar, Tepatnya Senin pagi (29/11/21) yang dihadiri Sekretaris Disbudpar Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra beserta para pejabat Eselon III dan IV.

Hal penting disampaikan saat itu, para pejabat harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terutama yang bersentuhan dengan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Bahwa ASN (Aparatur Sipil Negara) wajib menempatkan diri dan menjadi pelayan dengan segala kemampuan dan kompetensinya, namun tetap menanamkan kearifan lokal.

“Kedepankan etika dalam bekerja. Maksimalkan potensi kita, kemampuan kita, dan kompetensi yang kita miliki, berikan yang terbaik,” tegas Jufri.

Jufri sengaja mengenakan seragam KORPRI, begitu pun jajarannya pada pertemuan cukup sederhana itu. Yang mana bertepatan dengan tahun emas peringatan KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia).

Diperingati tiap tanggal 29 November, KORPRI kini telah berusia 50 tahun. Jufri kemudian memanfaatkan moment penting itu untuk memupuk kebersamaan dengan seluruh jajaran Disbudpar Sulsel.

Pelayanan terbaik menurut Jufri didasari dengan etika, bukan mengutamakan etika pribadi. Namun mengedepankan etika organisasi.

Sebagaimana Disbudpar Sulsel mewadahi seluruh ASN dari berbagai latar belakang budaya, daerah, dan karakter yang berbeda-beda. Membawa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) itu lebih maju dan berintegritas, harus menanggalkan semua kepentingan pribadi dan golongan.

“Kita dituntut tidak mengedepankan nilai-nilai pribadi atau etika pribadi yang kita punya, tetapi kita mengutamakan, mengedepankan apa yang menjadi etika dalam organisasi,” tambahnya.

Mutlak kata Jufri, telah ditetapkan jauh sebelum aparatur menempati OPD itu. Terlebih, kebudayaan yang menyatu dengan pariwisata, targetnya adalah wisatawan.

“Sudah menjadi ketentuan dalam organisasi, mau tidak mau harus tunduk, taat pada apa yang menjadi kesepakatan organisasi. Begitu kita menyatu dalam satu dinas yang namanya Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, disini berlaku budaya organisasi, menjadi hal mutlak untuk kita ikuti,” pungkasnya.

Menyinggung kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf/Kepala Baparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno beberapa hari sebelumnya, Kadisbudpar Sulsel menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada segenap jajarannya.

Peran aktif Sekretaris hingga Kepala Bidang, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis), dan Kepala Seksi, bahkan sejumlah staf mengawal Kunjungan Kerja Mas Menteri bagi Jufri adalah representasi dari kebersamaan OPD yang dipimpinnya. Sehingga tidak salah jika terus dijaga dan ditingkatkan lagi kualitasnya.

“Terima kasih telah menunjukkan dedikasi, perhatian selama pak Menteri berada di Sulsel. Kita mendapat apresiasi juga bahwa kita hadir mengawal seluruh perjalanan Mas Menteri,” ujarnya.

Berawal dari penjemputan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Gowa, lanjut ke Kabupaten Tana Toraja, dan Toraja Utara untuk penilaian Desa Wisata Kole Sawangan dan Desa Wisata Lembang Nonongan. Berikutnya beberapa agenda dijalankan di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

Mas Menteri juga menyambangi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, dan untuk Bulukumba sendiri melalukan penilaian terhadap Desa Wisata Ara. Berakhir di Kabupaten Kepulauan Selayar, Jufri melepas Mas Menteri di Bandar Udara Aroeppala untuk bertolak menuju Wakatobi.

“Kita menjemput di bandara sampai beliau Saya lepaskan terakhir di Selayar sampai ke pesawat untuk melanjutkan perjalanan ke Wakatobi. Tujuh kabupaten dan 1 kota dikunjungi beliau, Alhamdulillah lancar,” terangnya.

Banyak hal lain dipaparkan Jufri terkait perjalanannya bersama Sandi. Pengalaman berharga itu mesti dibagi dan dikisahkan secara detail, sehingga akan memacu semangat untuk membawa Disbudpar Sulsel sebagai leading sector bangkitnya kembali kebudayaan, kepariwisataan, dan ekonomi kreatif.

Jufri kepada AMBAE berdalih pertemuan dengan menghadirkan para Pejabat Eselon III dan IV itu bukan pertama kalinya. Malah akan intens dihelat dalam kesempatan lain guna memonitoring sekaligus mengevaluasi sejauh mana kinerja jajarannya.

Tak hanya ASN, dirinya telah menjadwalkan pula pertemuan serupa khusus kepada seluruh Non ASN lingkup Disbudpar Sulsel. Terdiri dari 5 Bidang pada kantor utama di Gedung MULO.

Masing-masing Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Bidang Kesenian dan Ekonomi Kreatif, Bidang Pengembangan Destinasi, Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, dan Bidang Pengembangan Pemasaran.

Ditambah 3 UPT yang tersebar di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Adalah UPT Museum dan Taman Budaya, UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie, dan UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu. (*)