H-4 Geopark Indonesia Summit 2021, Stakeholder Finalkan Kesiapan

 

Final Persiapan Virtual Assessment UNESCO Geopark Maros-Pangkep.
Dedy Irfan (kanan) dan Muhamamd Jufri (kiri) di Halaman Disbudpar Sulsel (22/10/21).

AMBAE.co.idMakassar. Tidak lama lagi kegiatan bertajuk Geopark Indonesia Summit 2021 bakal dihelat. Dijadwalkan selama 2 hari berturut-turut pada 26 dan 27 Oktober 2021.

Itu berarti tersisa 4 hari lagi sebelum puncak (Hari H). Karenanya persiapan-persiapan terus dilakukan yang tentunya berkaitan dengan sejumlah hal seperti penyambutan, pengambilan gambar (tapping) berupa rekaman dan juga LIVE.

Pertemuan pun dilaksanakan di Gedung Mulo, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Kota Makassar. Kurang lebih serupa dengan Rapat Koordinasi (Rakor) pada 7 Oktober lalu.

Hanya saja, Rakor hari ini dihadiri langsung oleh Kepala Disbudpar Sulsel yang baru, Muhammad Jufri sekaligus memimpin pertemuan. Beberapa pejabat lingkup Disbudpar Sulsel turut mendampingi.

“Ini Rakor yang kesekian kalinya ya, Alhamdulillah sudah siap. Artinya semua materinya sudah disiapkan, adapun yang lain masih perlu dimantapkan, tetap ada koordinasi lebih teknis lagi sampai puncak kegiatan,” kata Jufri usai Rakor di Gedung Mulo, Jum’at (22/10/21).

Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep (BP GNMP) serta merta menjadi leading sector ataupun punggawa bagi terselenggaranya event berkelas internasional itu, utamanya teknis kegiatan. Sementara beberapa pihak akan mengambil peran, fungsi dan tugas sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya.

Read:  Tujuh Pegawai Rutan Kelas IIB Bantaeng Naik Pangkat, Ishak: Bukan Hak ASN

Disbudpar Sulsel, satu dari sekian OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang berperan aktif. Selain itu, ada Bapelitbangda (Badan Perencanaan dan Penelitian, Pengembangan Pembangunan Daerah), Dishub (Dinas Perhubungan), Dishut (Dinas Kehutanan), serta Tim Penggerak PKK (TP PKK).

Stakeholder lainnya diantaranya PT Telkomsel, PT Semen Bosowa, PT Semen Tonasa. Lalu BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Sulsel, di daerah ada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Pemkab Pangkep.

Kesemua stakeholder yang diundang hadir memaparkan kesiapannya sesuai matriks kerja yang telah diberikan. Jufri kemudian meminta para pihak berkomitmen penuh serta meningkatkan kepedulian, kerja sama, dan kesadarannya agar Geopark Indonesia Summit 2021 sukses.

“Saya harapkan seluruh pihak berkomitmen dan meningkatkan perhatiannya, tidak melihat ini sebagai tugas pokok dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, tapi ini tugas bersama untuk memenuhi harapan bahwa program unggulan Pemerintah Provinsi Sulsel dapat mewujudkan Geopark Nasional Maros-Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark dan menjadi warisan dunia internasional,” harapnya.

Status itu menjadi modal besar untuk mendorong kepariwisataan di Sulsel naik kelas ke kancah internasional. Pada saatnya tiba, semua pihak akan merasakan manfaatnya, mulai pemerintah, swasta hingga masyarakat.

“Ini momen untuk mendorong pariwisata Sulsel ke kancah internasional,” tegasnya.

Terkait kesiapan tim, Jufri mengatakan Rakor itu sebagai upaya untuk merangkum kembali presentase kesiapan di pertemuan yang lalu. Sehingga lebih terfilter untuk dibuatkan list, mana kendala yang masih dihadapi, begitu pula ketersediaan yang sudah memenuhi syarat dari tiap kebutuhan.

“Tadi kita menyimak presentasi dari GM-nya (Red: General Manager GNMP, Dedy Irfan). Dapat kita lihat sudah sejauh mana persiapan yang mereka lakukan untuk memastikan seluruh instrumen-instrumen yang akan digunakan, termasuk jawaban yang dipersiapkan untuk kepentingan itu, mereka sudah paparkan. Inshaa Allah semua itu sudah siap,” terang dia.

UNESCO (The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) sebagai asesor bakal menerjunkan tim lengkapnya pada Offline Assessment di bulan November mendatang. Sedangkan Geopark Indonesia Summit 2021 yang menjadi rangkaian di 26 dan 27 Oktober kata Jufri baru berupa Virtual Assessment.

Read:  Inovasi Terminal Darah Puskesmas, Pemkab Bantaeng Harap Jadi Rujukan Nasional

Meski virtual, tidak boleh dianggap remeh. Jufri menegaskan, Tim Asesor akan membandingkan virtual 2 hari itu dengan kunjungannya nanti secara langsung ke lapangan.

“Maka dari itu, kami juga minta komitmen Pemkab Maros dan Pemkab Pangkep terkait penyiapan studio, peralatan, kemudian bagaimana transportasi untuk perpindahan dari satu titik ke titik yang lain. Begitu pun pelibatan masyarakat untuk berpartisipasi dan sumber daya lainnya selama kegiatan,” pungkasnya.

Seluruh yang akan ambil peran akan mengikuti simulasi. Termasuk kesiapan jaringan telekomunikasi yang diyakini Telkomsel dapat diatasi dengan baik meski pada sejumlah titik koordinat ada hambatan selama ini.

“Sudah ada jaminan dari pihak Telkomsel. Menjamin keterpenuhan apa yang diduga akan menjadi hambatan terkait dengan jaringan, itu Inshaa Allah bisa diatasi,” tuturnya.

Telkomsel telah menguji coba perangkat untuk mengatasi blank spot area berupa COMBAT (Compact Mobile BTS) dan repeater. Bilamana terjadi pemadaman listrik, Telkomsel akan menghidupkan generator set (generator) menggantikan dan menyuplai daya ke perangkat miliknya.

“Mereka sudah uji coba di titik-titik dimana tersedia dan terjadi hambatan. Bahkan akan menyiapkan genset jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman lampu (listrik), itu tidak akan terganggu,” tutup Jufri.

Destinasi wisata yang ada di Maros antara lain Bantimurung, Leang-leang dan Rammang-rammang akan menjadi titik obyek virtual Assessment dan perlu perhatian khusus terkait ketersediaan jaringan. Selanjutnya bergeser ke Kabupaten Pangkep yang juga masuk kawasan GNMP. (*)