Workshop Fotografi Semarakkan Hari Jadi Sulsel 352

 

Pelatihan fotografi.
Kadisbudpar Sulsel membuka Workshop Photography (18/10/21).

AMBAE.co.idMakassar. Bertempat di Golden Tulip Essensial Hotel, Kota Makassar dilangsungkan Workshop Photography. Event bertemakan “a landscape photography of possibilities” itu dibuka secara resmi Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Jufri.

Turut hadir Kemal Redindo Syahrul Putra selaku Sekretaris didampingi seluruh pejabat Eselon III pada jabatan Kepala Bidang dan Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis). Harmonisasi terlihat apik dari seluruh jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) itu untuk menyukseskan kegiatan workshop.

Jufri mengatakan, workshop photography itu dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Sulsel yang ke-352 tahun. Di mana akan diperingati Selasa besok, 19 Oktober 2021, pun telah siap jajaran Disbudpar Sulsel mengikuti melalui Zoom Cloud Meeting.

“Jadi kegiatan kita hari ini bagian dari peringatan Hari Jadi Sulawesi Selatan. Tahun ini yang ke-352 tahun, Inshaa Allah besok Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan secara terbatas dan juga ada virtual,” jelas Jufri.

Tak lupa menyampaikan selamat, berharap Sulsel terus melangkah maju menjadi daerah terkemuka khususnya di bagian Timur Indonesia. Tentu dengan kerja-kerja nyata seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, akademisi, praktisi, dan unsur lainnya bahu-membahu memajukan daerah tercinta, Sulsel.

Read:  Transaksi Sulsel Great Sale 2021 Capai 850 Juta Rupiah, BPPD Apresiasi Disbudpar Sulsel

Karenanya, pihaknya tampil memberi warna selama perayaan dan peringatan Hari Jadi Sulsel tahun ini. Workshop photography menghadirkan sekira 50 orang dengan latar belakang sebagai fotografer, videografer dan jurnalis.

“Fotografi sangat berkontribusi dalam pengembangan kepariwisataan dan juga kebudayaan. Sangat strategis, salah satu hal penting dalam upaya mendatangkan wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara yaitu memperkenalkan destinasi wisata, paket-paket wisata dan budaya di setiap daerah,” pungkasnya.

Fotografi yang didukung fotografer disebutnya punya peran penting dalam upaya mempromosikan kepariwisataan dan kebudayaan. Potensi-potensi wisata dan budaya seperti keindahan alam, nilai-nilai seni dan budaya dapat dikenal luas karena terangkat dan terpublish dengan baik melalui seni melukis cahaya yang lazim disebut foto dan video.

Seiring waktu, skill (keahlian), ability (kemampuan), dan profesionalism (profesionalisme) harus ditingkatkan. Caranya dengan mengikuti pelatihan, workshop, diikuti pembinaan secara berkesinambungan.

Read:  Dinkes Bantaeng Kampanye di 5 Titik Dalam Rangka Hari TBC Sedunia

Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Disbudpar hadir menjawab itu. Peserta bakal digembleng selama dua hari, menerima, menyimak, dan memahami tiap materi dari para narasumber yang disertai praktek langsung.

“Indahnya destinasi wisata, panorama alam, kekayaan budaya, dan atraksi seni ini hanya bisa dipotret dengan sentuhan tangan-tangan hebat atau bidikan dari para fotografer kita yang luar biasa,” tutur Prof Jufri dalam sambutannya sekaligus membuka workshop, Senin (18/10/21).

Kegiatan itu diharapkan berimplikasi munculnya fotografer, videografer, dan jurnalis yang semakin mumpuni serta profesional. Mereka yang ikut workshop dia minta berkontribusi lebih dalam terhadap kepariwisataan dan kebudayaan dengan menghasilkan produk foto ataupun video yang bernilai promosi.

“Para peserta hari ini, Saya yakin bukan dari dasar (pemula) tapi dari waktu ke waktu sudah bersahabat dengan kamera (mahir). Mungkin hasil dari workshop ini nantinya bisa diperlombakan, barangkali bisa kita buatkan galerinya di kantor untuk dipasang (karyanya),” harap dia.

Begitu pun untuk promosi skala lebih luas lagi, Jufri ingin karya foto dan video yang terbaik dapat dipajang di fasilitas-fasilitas publik. Diantaranya di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros.

“Foto yang bagus bisa kita pasang di beberapa bagian yang ada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin supaya orang makin lihat pesona alam dan ketertarikan potensi budaya dan kepariwisataan di Sulawesi Selatan,” terangnya.

Sementara itu, Sri Rejeki selaku Kepala Bidang Kesenian dan Ekonomi Kreatif menuturkan, peserta diinapkan di hotel yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 43, Kota Makassar tersebut. Ditambah fasilitas seminar kit serta sertifikat di akhir kegiatan.

“Peserta akan mendapatkan materi tentang dunia fotografi disertai diskusi dan pemaparan informasi dari empat narasumber,” tutur Sri.

Adapun narasumber yang dipercayakan Dibsbudpar Sulsel yakni Ahmad Khatib dengan materi videographer, Zulham Pahlevi membawakan materi commercial photography. Lanjut materi commercial photography oleh Edi Sumardi serta narasumber keempat yakni Sanovra Jr, memaparkan materi jurnalism photography. (*)