Prof Jufri Harap Sulsel Tuan Rumah Pemilihan Duta Wisata Tingkat Nasional

Parade seluruh Finalis Duta Wisata Sulsel (16/10/21).

AMBAE.co.id – Makassar. Pemilihan Duta Wisata (Duwi) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2021 berada di sesi akhir. Grand Final pun dihelat begitu meriah di Gammara Hotel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kampung Buyang, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Diawali dengan seremonial pembukaan, berlanjut parade seluruh Finalis Duwi yang berjumlah 70 orang pada Sabtu siang hingga sore (16/10/21). Sementara puncak Grand Final dijadwalkan sekira pukul 21:00 WITA.

Muhammad Jufri hadir langsung sejak persiapan acara sekaligus membuka Grand Final. Dia yang bergelar Professor itu perdana menapakkan kakinya di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel sebagai Kepala Dinas sejak dilantik beberapa waktu lalu.

“Ini event pertama yang Saya berdiri di depan Bapak/Ibu sekalian yang diamanahkan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Saya mohon dukungan dan kerja sama kita sekalian, untuk mendorong perkembangan kebudayan dan kepariwisataan di Sulawesi Selatan,” ungkapnya disambut tepuk meriah hadirin.

Hal utama ditegaskan kepada seluruh Finalis agar tidak berhenti belajar dan meningkatkan kualitas pemahaman terhadap kepariwisataan maupun kebudayaan dan ekonomi kreatif yang menjadi unsur penting dari status seorang Duta Wisata. Jika kini kata Jufri, Duta Wisata hanya bergelut dengan daerah asalnya (Kabupaten/Kota), ke depan wajib naik rangking ke level Sulsel, nasional hingga internasional.

Yang mana provinsi di kaki Pulau Sulawesi ini menghimpun 20 Kabupaten dan 4 Kota. Memiliki segudang potensi kebudayaan dan kepariwisataan, bahkan di dalamnya terdapat 4 destinasi wisata super prioritas pada 4 daerah berbeda yakni Kabupaten Tana Toraja (Tator), Toraja Utara (Torut), Bulukumba, dan Kota Makassar.

Merujuk “Three Beyonds of South Sulawesi”, Sulawesi Selatan menetapkan destinasi wisata bahari di Bulukumba, MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions) di Makassar, dan budaya di Toraja sebagai destinasi wisata unggulan. Jufri mendorong Duta Wisata lebih memahami seluruh potensi di tiap daerah itu.

“Saya harap Duta Wisata Sulawesi Selatan sudah mengenali keunggulan daya tarik wisata dan event-event wisata di daerahnya masing-masing. Dan mulai sekarang, tidak lagi atas nama daerah asalnya, adik-adik kita ini menyandang dan membawa nama Sulawesi Selatan, jadi mesti memahami potensi seluruh daerah di Sulawesi Selatan, utamanya kepariwisataan, kebudayaan, ekonomi kreatif, dan seni,” tegasnya.

Melalui ajang bergengsi itu, remaja dan pemuda, dibekali bakat, kompetensi dan bakat mumpuni dapat membangun, mengembangkan, dan memajukan dunia kepariwisataan. Tentu kata dia, tidak meninggalkan kearifan lokal dan nilai-nilai seni dan budaya, sehingga upaya mempromosikan dan menyebarluaskan informasi kepariwisataan dan kebudayaan tetap bertumpu pada karakter kuat yang khas Sulsel dari seorang Duta Wisata.

Diketahui Pemilihan Duta Wisata Tingkat Nasional tahun ini bakal diselenggarakan di Denpasar Bali pada November mendatang. Sulsel bakal diwakilkan Duta Wisata tahun 2020, untuk Duta Wisata terbaik tahun 2021 akan maju di event tahun 2022.

“Tentu akan sangat mengecewakan ketika Duta Wisata kita tidak memiliki wawasan tentang kepariwisataan di daerah yang kita banggakan bersama (Sulsel),” kata Jufri.

Ke depan, Jufri menggadang-gadang menempatkan ajang Pemilihan Duta Wisata Tingkat Nasional di Sulsel. Dirinya yakin bisa mewujudkan itu jika semua pihak berkontribusi dalam kolaboratif dan sinergitas yang apik, didukung tourism pentahelix dan stakeholder terkait.

“Kenapa tidak event nasional mendatang kita perjuangkan untuk bisa kita tempatkan di Sulawesi Selatan. Mohon dukungan dan partisipasi seluruh pihak,” imbuhnya.

Karenanya dia mengajak Duta Wisata membekali diri lebih baik lagi. Perluas wawasan, tak hanya kepariwisataan yang mencakup destinasi wisata, event wisata, desa wisata, tetapi mampu memahami semua aspek, potensi, dan pembangunan yang ada di Sulsel.

“Obyek wisata dan atraksi wisata di Sulawesi Selatan cukup potensial untuk mendatangkan wisatawan. Senantiasa mengambil peran dalam memajukan pariwisata di Sulawesi Selatan, menyebarkan informasi terkait destinasi wisata melalui sosial media,” harapnya.

Penekanan juga ditujukan kepada tim juri yang tergabung dari berbagai unsur. Obyektifitas dan tanpa intervensi modal utama menurutnya guna melahirkan Duta Wisata berkualitas, terbaik, dan mampu mengharumkan nama Sulsel di kancah berikutnya.

“Patron event ini yaitu beauty, behavior, and brilliant. Thank you very much for you finest, and I hope for the next time, we will get again. I love u all, I love u all, I love u all, thank you,” kunci Jufri.

Kehadiran Jufri sendiri di Gammara Hotel Makassar mendapat sambutan hangat sejumlah pihak. Tidak heran jika Jufri diserbu banyak orang meminta berfoto ataupun selfie, tak ubahnya seorang spesial yang lama dinanti meski baru mengawali aktivitasnya sebagai Kepala Dinas.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Provinsi Sulsel, Fadel M Nurfikrah memanggilnya “Ayahanda”. Dia menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas perhatian luar biasa sekaligus dukungan penuh Disbudpar Sulsel pada ajang yang berlangsung sejak 7 Oktober 2021.

“Tentu energi baru juga buat kami, ayahanda di Duta Wisata Sulawesi Selatan, luar biasa,” tutur Fadel.

Pemilihan Duta Wisata disebutnya mampu memberi semangat dan energi bagi pelaku industri kreatif. Finalis mewakili daerah berbeda, namun punya visi dan misi dalam satu segmen yang sama untuk berkontribusi terhadap percepatan pembangunan dan kepariwisataan di Sulsel.

“Duta Wisata bertugas menjadi influencer informasi kepariwisataan dan keanekaragaman budaya yang kita miliki,” paparnya.

Fadel juga menitipkan pesan penting kepada para pemangku kepentingan, utamanya Kepala Dinas Pariwisata dari Kabupaten/Kota untuk dapat memberdayakan Duta Wisata. Seperti halnya pelibatan Duta Wisata Sulsel oleh Disbudpar Sulsel dalam berbagai event.

“Saya titip, mohon untuk senantiasa diberdayakan menjadi bagian dari refresentatif daerah masing-masing,” pintanya.

Jajaran Disbudpar Sulsel tampak hadir selama Grand Final berlangsung. Diantaranya Sekretaris Dinas, Kemal Redindo Syahrul Putra, Kepala Bidang Kesenian dan Ekonomi Kreatif, Sri Rejeki, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran, Syamsuniar Malik, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Hj Djamila Hamid, Kepala Seksi Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pariwisata, Kirana Halim.

Begitu pula Bupati Wajo, H Amran Mahmud, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Gerindra, Darmawansyah Muin. Turut pula Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi dan Andi Januar Dharwis, juga adalah Legislator dari Fraksi Demokrat. (*)