Komisi X DPR RI Sambangi Desa Wisata Rammang-rammang

 

Kunker Komisi X DPR RI ke Rammang-rammang.
Rombongan Komisi X DPR RI tiba di Terminal Kedatangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar (17/09/21).

AMBAE.co.idMaros. Sekira pukul 08:41 WITA, Jum’at (17/09/21) sejumlah Anggota DPR RI tiba di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros. Merupakan rombongan Panitia Kerja (Panja) Desa Wisata/Kampung Tematik dari Komisi X.

Rombongan dipimpin H Andi Muawiyah Ramly dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan (Dapil SulSel) II. Turut bersamanya 12 Anggota Panja yang juga para Legislator beserta 8 Staf Sekretariat DPR RI.

Kunjungan kali ini dalam rangka menyongsong Masa Persidangan I untuk Tahun Anggaran 2020-2021. Olehnya, lebih awal menjemput aspirasi, menyambangi Desa Wisata (Dewi) Rammang-rammang di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Read:  KadisBudPar SulSel: Manfaatkan Dunia Digital Agar Museum Lebih Informatif

Tampak pula jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf/Baparekraf RI). Sementara itu Denny Irawan Saardi selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, Bruno S Rantetana sejak pagi sudah menanti kedatangan rombongan.

“Hari ini kita menjemput Bapak-bapak dan Ibu-ibu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang terhormat untuk melakukan kunjungan ke Sulawesi Selatan. Khususnya Desa Wisata Rammang-rammang ya yang ada di Maros”, ungkap Bruno sebelum meninggalkan bandara.

Desa Wisata yang ada di Kampung Rammang-rammang itu pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 lolos hingga 100 besar. Bahkan pernah dikunjungi langsung Menparekraf/Ketua Baparekraf RI, Sandi Salahuddin Uno beberapa waktu lalu.

Read:  Kemal Redindo Syahrul Putra: Promosi Pariwisata SulSel Berbasis Digital

Denny berharap, kunjungan para Legislator memberi angin segar terhadap pengembangan Dewi Rammang-rammang. Begitupun daerah sekitarnya, tak hanya sektor pariwisata dan ekraf, namun berkorelasi dengan banyak sektor seperti ekonomi.

“Kita tentu berharap Komisi X membantu maju dan berkembangnya sektor pariwisata, mengakomodir dari sisi penganggaran, juga memberi masukan ke Pemerintah pusat untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya. Di Sulawesi Selatan, potensi pariwisatanya luar biasa, Rammang-rammang ini salah satunya”, tuturnya.

Dia yang juga Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel menambahkan, Rammang-rammang patut mendapat perhatian pusat. Masuk dalam kawasan Geopark Maros-Pangkep, hingga kini telah berstatus National Geopark.

Read:  PT Huadi Nickel-ally Indonesia Sumbang 100 Paket Sembako Bagi ODP-PDP

Menyambut status yang dinanti-nanti yakni Global Geopark dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Karenanya, penting adanya peran aktif banyak pihak berkolaborasi dan bersinergi, dampaknya akan dirasakan pula para pihak nantinya.

Apalagi Legislator yang berkunjung, satu diantaranya adalah perwakilan masyarakat Sulsel. Meski begitu, dia menaruh harapan agar semua destinasi di Sulsel diberi perlakuan yang merata dan adil sesuai dengan skala prioritas. (*)