9th of Toraja International Festival Resmi Bergulir

 

Toraja International Festival ke-8 di To’tombi, Toraja Utara (12/12/20).

AMBAE.co.idMakassar. Akhir pekan di minggu pertama September 2021 memberi angin segar bagi sektor pariwisata. Dari ujung Utara Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) menggaung seni dan budaya khas Toraja.

Di mana digelar event bertaraf internasional dengan tajuk “Indahnya Peradaban Purba (The Beauty of Ancient Civilization)”. Tema yang diangkat Toraja International Festival (TIF) 2021.

Perhelatan kesembilan kalinya ini ditempatkan di Rante Buntu Pempon, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara. Merupakan lokasi kesekian selama digelar.

Pertama kali tahun 2013 hingga ke-7 tahun 2019 diadakan, Ke’te Kesu kerap dijadikan pusat event, adalah desa wisata di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi. Sementara tahun 2020 ditempatkan di Kampung Lolai, Lembang (Desa) Benteng Mamullu, Kecamatan Kapala Pitu.

Event ini sempat mengalami penundaan karena situasi tidak memungkinkan selama Pandemi COVID-19. Pembatasan-pembatasan tidak memberi ruang luas adanya kerumunan, kini resmi digulirkan meski harus ekstra menjaga dan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Lokaswara menyiapkan dua metode, Sabtu hari ini, 4 September 2021 pukul 19:00 WITA berupa “Off Air” di Rante Buntu Pempon. Berlanjut “On Air” melalui YouTube channel Lokaswara Project pada 12 September 2021 pukul 20:00 WITA.

Metode yang sama juga di tahun 2020 lalu dengan harapan turut mengurangi resiko penyebaran dan penularan virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Corona Virus Deseases 2019 (COVID-19). Karenanya virtual performance jadi pilihan terbaik untuk bisa disaksikan masyarakat luas.

Bagi Wibowo dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi SulSel, event sebesar itu perlu diberi dukungan. Terbukti antusias pihaknya, tiap tahun mempromosikan TIF.

“Sudah sepantasnya kita support, event pariwisata dan budaya di 24 Kabupaten dan Kota tentunya kita support ya, ini tugas kita di provinsi. Toraja International Festival itu setiap tahun supporting dari kita”, tutur Kepala Seksi Promosi Pariwisata itu.

Cuma memang tidak sebesar dan sehebat support yang mengalir sebelum Pandemi COVID-19. Tahun 2021 misalnya, melalui Bidang Pengembangan Pemasaran yang menaungi posisinya, mensupport TIF dengan audio promotion.

“Ada 2 radio kita kerja samakan, spot iklan dukungan event ditayangkan di Prambors FM dan Delta FM. Satu bulan itu diputar terus, bagaimana kita gaungkan event ke telinga pendengar, bukan TIF saja”, jelasnya, ekslusif kepada AMBAE, Sabtu (04/09/21).

Hal itu dibenarkan Syamsuniar Malik, selaku Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran DisBudPar SulSel. Dalam keterangan resminya menyatakan, Pemerintah Provinsi SulSel senantiasa mensupport semua event di 24 Kabupaten/Kota.

Bahkan event yang tercatat masuk 100 Calendar of Event (CeO) mendapat support dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (KemenParEkRaf/BaParEkRaf RI). Salah satunya Toraja International Festival, sejak dimulai tahun 2013, MenParEkRaf hadir membuka secara resmi.

“Iya, kita dari provinsi tidak bosan-bosan mendukung TIF, hanya memang Pandemi menjadi kendala kita terutama penganggaran. Tapi semampunya kita berusaha menyeimbangkan ini untuk semua Kabupaten/Kota, apalagi daerah-daerah yang masuk kawasan super prioritas pariwisata di Sulawesi Selatan”, terang Syam, sapaan akrab srikandi dari Kabupaten Bantaeng dan Enrekang itu.

MenParEkRaf, Mari Elka Pangestu yang membuka perhelatan TIF ke-1 yang dipusatkan di Makale, Kabupaten Tana Toraja dan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Hadir juga saat itu Wakil MenParEkRaf, Sapta Nirwandar. Syam menyebutnya sebagai bentuk keseriusan Pemerintah mulai dari Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota dalam memajukan kepariwisataan dan kebudayaan melalui supporting terhadap atraksi, amenitas bahkan aksesibilitas.

Syam juga menaruh harapan jika Pandemi telah berakhir, dukungan akan lebih besar lagi. Sehingga pariwisata kembali bangkit dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan karena atraksi dimana-mana tersedia untuk dinikmati disamping destinasi wisata yang menawarkan panorama. (*)