Jeneponto EXPO 2021: Promosi Ekraf dan Pariwisata Menyatu di Pantai Tamarunang

 

Pembukaan Jeneponto EXPO.
Syamsuniar Malik (kanan) hadir sekaligus melakukan peninjauan stand di event Jeneponto EXPO 2021 (28/06/21).

AMBAE.co.idJeneponto. Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Pariwisata menggelar “Jeneponto EXPO 2021″. Diikuti perwakilan 11 kecamatan serta kolaborasi OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Ditambah kehadiran unsur LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan beberapa UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Dibuka secara resmi Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar pada Senin sore (28/06/21), kegiatan itu bakal digelar hingga 29 Juni 2021.

Iksan dalam sambutannya menyampaikan target Jeneponto Smart 2023. Daerah yang dipimpinnya kaya akan sumber daya alam dan potensi kepariwisataan.

Tak hanya wisata bahari, juga wisata alam, wisata budaya dan wisata energi. Diketahui Jeneponto memiliki puluhan kincir angin untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga bayu dan menjadi salah satu destinasi wisata energi di SulSel selain Sidrap.

“Di udara kita punya energi menjanjikan. Kita memiliki beberapa potensi wisata yang layak. Ada wisata alam, budaya, energi maupun kuliner yang terus kita gali, kita kelola dengan baik dan kita kembangkan secara profesional”, tutur Iksan.

Pembangunan daerah ini terus dipacu untuk menggerakkan ekonomi produktif. Jika di wilayah pesisir, Jeneponto memiliki potensi kelautan dan perikanan, di pegunungan menghampar perkebunan dan hortikulura.

Read:  FABT Tuangkan Kreasi Menuju Musrenbang Anak Bantaeng

Elly Isriani Arief selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto menyampaikan titipan apresiasi masyarakat kepada Pemerintah. Antusiasme yang ditunjukkan dalam mengikuti EXPO kata dia, sebagai bentuk penghargaan dengan memamerkan sejumlah produk ekonomi kreatif (ekraf) dari 11 kecamtan yang ada.

“Pameran EXPO kami lakukan dari berbagai unsur agar perekonomian tetap berputar di tengah Pandemi COVID-19. Seluruhnya sangat mengapresiasi dan ingin memperlihatkan hasil ekonomi kreatif dari Kabupaten Jeneponto”, kata Elly.

Lanjutnya, pemilihan lokasi di Pantai Tamarunang sekaligus untuk semakin mengenalkan destinasi wisata itu kepada masyarakat luas. Sehingga ke depan diharapkan akan lebih meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Read:  Bupati dan Ketua PKK Bantaeng Hadiri Puncak HAN 2019

Berkenaan dengan kondisi yang masih serba dibatasi, dirinya menghimbau peserta EXPO, baik yang menempati tenant maupun pedagang di sekitarnya serta pengunjung agar senantiasa mentaati protokol kesehatan. Promosi wisata disebutnya menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Pariwisata tidak bisa berkembang ketika pentahelix tidak berkolaborasi”, tegasnya.

Elly pun mengapresiasi rombongan dari Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), di mana turut hadir dan menjadi bagian penting suksesnya Jeneponto EXPO, demikian halnya upaya kolaboratif promosi pariwisata di daerah berjuluk Butta Turatea. Hadir mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi SulSel yakni Syamsuniar Malik selaku Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran.

Selain itu hadir Ketua GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) SulSel, Suhardi, Sekretaris Wilayah DPD MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) SulSel, Nasrullah Karim Sultan dan Ketua Jurusan Perjalanan Poltekpar (Politeknik Pariwisata) Makassar, Amrullah.

Destinasi wisata yang berada dalam wilayah administratif Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto itu menawarkan panorama laut dan hamparan pasirnya. Syamsuniar Malik dalam keterangannya mengatakan, pihaknya senantiasa mensupport kepariwisataan di SulSel melalui promosi di media yang ada serta dukungan terhadap event pariwisata setempat.

“24 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan tentunya kita dukung untuk berpacu mempersembahkan destinasi wisatanya untuk bisa dikunjungi dan dinikmati wisatawan. Begitu juga event pariwisata, tiap tahun bahkan kita mendorong ada event tahunan yang masuk kalender pariwisata”, ungkapnya.

Efeknya, daerah dapat menerima kucuran bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (KemenparEkRaf RI). Untuk tahun 2021, telah dilakukan kurasi event beberapa bulan lalu.

Read:  Kolaborasi Polda, DisBudPar SulSel Siapkan Lomba Cipta dan Nyanyi Lagu Daerah

Namun tidak berarti event yang belum lolos kurasi ditinggalkan begitu saja. Bagaimana meyakinkan pusat dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, satu di antaranya penerapan protokol kesehatan selama event berlangsung dengan meibatkan stakeholder terkait. (*)