Gerakan BISA, DisBudPar SulSel Minta KemenParEkRaf Gaspol

Bersih, Indah, Sehat dan Aman.
Syamsuniar Malik (kanan) menerima cinderamata dari Agus Suprihastono (19/10/20).

AMBAE.co.id – Parepare. Sebuah permintaan yang menantang datang dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel). Disampaikan oleh Syamsuniar Malik sebagai Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran di Taman Mattirotasi, Kota Parepare pada Senin pagi (19/10/20).

“Harapan kita bersama, Gerakan BISA tidak berhenti di Parepare saja. Masih ada 23 Kabupaten dan Kota lagi di SulSel yang harus melakukan kegiatan yang sama”, tegas Syam di hadapan Agus Suprihastono beserta tetamu undangan lainnya.

Adalah Koordinator Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II Area 3 pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (KemenParEkRaf RI). Sementara Syam membacakan sambutan tertulis Kepala DisBudPar SulSel, Denny Irawan Saardi.

Read:  14.578 Surat Suara Dilalap Si Jago Merah di KPU Bantaeng

Lanjut dituturkan bahwa pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi langkah dilakukan KemenParEkRaf karena melaksanakan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di Parepare untuk diikuti jejaknya oleh Kabupaten/Kota se-SulSel. Gerakan yang sejatinya harus dibudayakan karena sudah menjadi kebiasaan sejak lama, namun belakangan mengalami pergeseran kualitas.

“Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya karena menggelar kegiatan ini di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu di Kota Parepare”, tutur dia.

Melalui penciptaan suasana yang bersih, indah, sehat dan aman, diharapkan mampu memberikan kenyamanan kepada Wisatawan lokal dan juga domestik. Selain itu, protokol kesehatan yang sesuai protap (prosedur tetap) penting diterapkan agar ada jaminan kepercayaan pengunjung terhadap amannya dari potensi penularan dan penyebaran COVID-19 pada khususnya.

Read:  Ikuti BIMTEK KLA, Ketua JOIN Bantaeng Komitmen Dukung Percepatan Perda Anak

Terkait pembukaan destinasi wisata atau Daya Tarik Wisata (DTW) saat ini, Pemerintah Provinsi SulSel terus mendorong tersedianya Sumber Daya Manusia yang handal, terampil dan profesional. Mengacu pada arahan KemenParEkRaf untuk mewujudkan CHSE (Cleanlines, Health, Safety and Environment).

“Tidak hanya melakukan promosi secara besar-besaran. Namun menyiapkan Sumber Daya Manusia handal, profesional dan terampil. Menyiapkan regulasi bahkan memfasilitasi, lalu menyiapkan produk maupun sarana dan prasarana menyesuaikan kondisi daerah, budaya dan kebutuhan wisatawan”, jelas Syam.

Agus sendiri mengakui jika tingkat kepedulian masyarakat terhadap protokol kesehatan masih kurang. Terbukti, dirinya masih menemui warga kota kelahiran BJ Habibie itu tidak memakai masker.

“Kegiatan ini sebagai upaya pemulihan destinasi wisata untuk menerima wisatawan dari dalam dan luar negeri. Kami terus mendorong dan mengajak Pemda untuk menguji CHSE, kami melihat di Kota Parepare ini banyak juga masyarakat sini tidak memakai masker”, ujarnya.

Kesemua itu kata Agus, dalam rangka menyiapkan DTW sekaligus memperlihatkan kepada publik bahwa DTW sudah siap dan layak dikunjungi pasca penutupan sementara sejak bergulirnya Pandemi COVID-19. Apalagi oleh sejumlah pihak, memprediksi akan terjadi lonjakan kunjungan Wisatawan di tahun 2021. (*)