Sekretaris PKK Bantaeng Jadi Pembicara Utama Pelatihan Dawis Desa Labbo

Aula Kantor Desa Labbo sebagai lokasi Pelatihan Dasa Wisma oleh PKK Bantaeng.
Sekretaris PKK Bantaeng (tengah) memaparkan cara pengisian buku 1, 2 dan 3 kepada Dasa Wisma Desa Labbo (17/01/20).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Labbo dan Pemerintah Desa Labbo, TP PKK Kabupaten Bantaeng menggelar Pelatihan Dasa Wisma (Dawis) di Aula Kantor Desa Labbo, Jum’at pagi (17/01/20).

Pelatihan itu diikuti sedikitnya 20 orang warga setempat yang secara keseluruhan adalah kaum perempuan. Hadir sebagai tuan rumah yakni Ketua TP PKK Desa Labbo, Andi Khaerunnisa.

Sementara PKK Kabupaten Bantaeng mengutus St Ramlah selaku Sekretaris sebagai Narasumber. Dia didampingi beberapa Pengurus PKK Bantaeng, satu diantaranya Nur Afiah juga sebagai Narasumber.

Ramlah memaparkan cara pengisian buku 1, 2 dan 3. Merupakan buku yang wajib bagi kader PKK untuk diketahui, dipahami serta diisi.

“Dasa Wisma dikatakan ujung tombak karena inilah pendataan sebenarnya. Mudah-mudahan dengan adanya data dari Dasa Wisma, semua data bisa sinkron”, ujar Ramlah.

Dia juga menjelaskan bahwa Dawis merupakan kelompok Ibu dari sedikitnya 10 KK (Kepala Keluarga) rumah yang bertetangga dengan tujuan mempermudah jalannya suatu program.

Read:  Wajah Baru Siap Ramaikan Pengurus FABT Periode 2019-2021

Kelompok Dawis hadir untuk membantu kelancaran tugas-tugas pokok dan program PKK Desa ataupun Kelurahan. Karenanya Ramlah meminta Kelompom Dawis dapat melakukan pendataan di desa yang terbagi menjadi 6 dusun itu.

“Jangan sekedar menunggu data, apalagi data yang ada kerap disebut-sebut terjadi ketidak sesuaikan pada beberapa lembaga penyedia data. Kita mau data ril ini menjadi acuan PKK dan Pemerintah dalam merencanakan program kegiatan berikutnya”, ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas PMDPPPA Kabupaten Bantaeng itu mencontohkan, ketika ada anak hanya menyelesaikan bangku sekolah sampai kelas 5 SD. Tentu muncul pertanyaan kenapa tidak sekolah, Dawis harus punya data seperti itu.

Lanjutnya, data dasar itu dapat disikapi Pemerintah Desa dan Kabupaten melalui pendataan lebih detail sekaligus mendorong munculnya bantuan dari Pemerintah agar anak bersangkutan tidak justru putus sekolah.

Read:  Dekranasda Bantaeng Pandu Ibu-ibu Teknik Mengemas Produk Berkualitas

Khaerunnisa pun menanggapi hal itu sebagai masukan sangat berarti. Dikatakan jika PKK Labbo akan terus berbenah dalam rangka penyediaan data, termasuk implementasi 10 Program Pokok PKK yang ditegaskan Ramlah atas keinginan besar Ketua PKK Bantaeng yakni Hj Sri Dewi Yanti.

Hal menarik selama pelatihan sehari di desa yang berada di Kecamatan Tompobulu itu, peserta cukup interaktif menangkap materi dari Narasumber. Ramlah dan Afiah yang sedianya melakukan simulasi memutuskan jika pelatihan itu maksimal meski tidak ada simulasi. (*)

Read:  Khutbah Jum'at Masjid Taqwa Tompong, KM Hamzah Israil: Kamera Ilahi Mengintai