Liestiaty F Nurdin Sebut Angka Stunting SulSel Turun Drastis Hingga 7 Level

Gelaran Baksos Operasi Celah Bibir dan Celah Langit-langit oleh PKK SulSel.
Ketua PKK SulSel (ketiga dari kiri) di RSUD Salewangeng Maros untuk memantau pelaksanaan baksos (16/01/20).

AMBAE.co.id – Maros. Hal menggembirakan bagi Masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), dalam bidang kesehatan daerah ini berangsur-angsur menunjukkan peningkatan kualitas, khususnya terkait isu stunting.

Sebelumnya SulSel tercatat di peringkat keempat sebagai provinsi dengan tingkat stunting tertinggi di Indonesia. Mengalami penurunan selama kepemimpinan HM Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Termasuk pro aktif mengambil peran dalam upaya prevalensi untuk menekan angka stunting yakni Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) SulSel, Hj Liestiaty F Nurdin. Tak hanya sosialisasi, namun program dan kegiatan yang lebih menyentuh dan langsung dirasakan masyarakat terus digalakkan.

“SulSel kini ada di peringkat 11, itu berarti ada penurunan sekitar 7 level karena sebelumnya ini SulSel di posisi 4 dengan angka stunting tertinggi tingkat nasional”, urai Lies usai meninjau baksos di RSUD Salewangeng Maros, Kamis (16/01/20).

Penurunan angkanya cukup drastis sekira 5,1 persen. Dibanding provinsi lainnya, SulSel naik peringkat menuju daerah yang diharapkan terbebas ataupun memiliki warga stunting yang cenderung lebih sedikit.

“Stunting ini dipicu kondisi mulut tidak sehat, itu salah satunya. Sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan tubuh khususnya anak karena gizi yang kurang dan relatif tidak seimbang”, tandasnya.

Pencapaian secara nasional itu kata Lies tidak terlepas dari kerja-kerja PKK yang menjadi mitra Pemerintah. Berkolaborasi keduanya mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota dengan beragam program dan kegiatan kesehatan.

“Terima kasih para Ketua dan Pengurus PKK Kabupaten/Kota yang senantiasa bersinergi PKK SulSel dan juga jajaran Pemerintah Provinsi SulSel sampai ke Kabupaten/Kota. Stunting terus kita perangi untuk melahirkan generasi sehat agar SulSel semakin jaya ke depan”, tegasnya.

PKK SulSel sendiri gencar membudayakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Demikian halnya program Isi Piringku yang disosialisasikan Lies dan jajarannya ke daerah-daerah dalam berbagai kesempatan.

“Banyak bisa kita lakukan untuk menekan angka stunting. Hari ini kita melaksanakan baksos operasi celah bibir dan celah langit-langit di Kabupaten Maros, juga bagian dari upaya mengurangi angka stunting”, terang dia.

Baksos itu melibatkan 4 dokter gigi dan 4 dokter anestesi dari Tim Dokter RSUD Salewangeng Maros dan Yayasan Celebes Cleft Centre Makassar. Sementara warga Maros yang mengikuti baksos sebanyak 12 orang, mulai bayi 8 bulan hingga anak 16 tahun.

Read:  Ketua Dekranasda SulSel Serahkan Ribuan Masker, 500 Diantaranya Untuk Lapas Anak dan Perempuan

Operasi celah bibir dan celah langit-langit menurut Lies sebaiknya diadakan lebih dini bagi penyandang dimaksud. Harapannya tidak berdampak munculnya stunting.

Pasca operasi yang berujung kesembuhan, anak dapat kembali memiliki mulut dengan kondisi normal. Sehingga asupan makanan maupun ASI lebih teratur dan cukup. (*)