Modal Bambu, Aliansi Pemuda Ulu Ere Bikin Rumah Hobbit, Lantas Siapa Hobbitnya

Pemandangan Rumah Hobbit di Kemah Buku Kebangsaan Jilid III.
Rumah Hobbit dibangun di lokasi KBK III (27/10/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Pemandangan tak biasa dapat disaksikan di Trans Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere. Tepatnya di sebuah lembah yang dijadikan lokasi Kemah Buku Kebangsaan (KBK) Jilid III.

Pada lereng salah satu bukit dibangun sekira 4 rumah menyerupai kediaman Hobbit. Makhluk kerdil hang populer dalam film layar lebar The Lord of The Ring.

“Benar, ini rumah hobbit. Ada 4 buah yang isa ditempati berteduh bahkan menginap bagi peserta KBK”, ungkap Ahmad Ismail, Pembina KBK.

Ada pula Mushallah yang cukup unik bentuknya. Layaknya setengah lingkaran, Mushallah ini sangat berguna bagi peserta maupun Panitia yang beragam Islam untuk menunaikan kewajiban beribadah kepada Allah Swt.

Read:  Dicatat pada Calendar of Events National 2020, Festival Salo Karajae Bakal Bergulir Meriah

Lanjut Ismail kepada AMBAE pada Minggu siang (27/10/19) bahwa masyarakat Bantaeng dan sekitarnya bisa datang ke tempat itu, berwisata meskipun nanti KBK sudah berakhir di tanggal 28 Oktober 2019 besok.

“Mau bergaya ala Hobbit? Atau mungkin berperan sebagai Hobbit dengan kostum bikinan sendiri, rumah Hobbit menanti untuk Anda tempati”, ujarnya.

Selain bangunan rumah dan Mushallah, Panitia KBK III yang digawangi Nurung juga mendirikan prasarana lainnya untuk menunjang event para pegiat literasi tersebut. Mulai dari Panggung Merdeka sebagai tempat melaksanakan Talk Show, Tribun Perjuangan yang bisa dimanfaatkan untuk bersantap bersama hingga Gubuk Curhat untuk diskusi beragam hal terkait literasi.

“Teman-teman akan betah disini, apalagi kalau Anda suka dengan tren selfie dan vlog. Spot keren ini bakal memanjakan”, tuturnya.

Kesemua bangunan itu didirikan menggunakan bahan seadanya seperti bambu, kayu dan tanah berlapiskan rumput maupun dedaunan. Model dan warnanya pun tidak jauh berbeda milik Hobbit yang ada di film tersebut.

Read:  Saka Widya Budaya Bakti Bantaeng Terbaik Kelima se-Indonesia

Rahman yang juga adalah Pembina KBK menerangkan bahwa lokasi KBK dengan segala kemeriahannya bisa seperti itu karena kerja-kerja gotong royong. Hasilnya luar biasa mampu memuaskan hasrat kebutuhan sosial media peserta KBK.

“Tanpa APBD, kami bisa mewujudkan KBK ini. Semua karena gotong royong dan sumbangsih panitia serta pribadi beberapa pihak”, tegas dia.

Dia pun menghimbau peserta dan pengunjung KBK agar tetap menjaga kebersihan, kenyamanan serta keasrian dan kelestarian lingkungan beserta sarana dan prasarana yang ada. (*)