Isteri NA Monitor 8 Daerah yang Absen Ikuti Duta Wisata SulSel 2019

Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata SulSel 2019.
Ketua PKK SulSel menghadiri Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata SulSel 2019 (05/07/19).

AMBAE.co.id – Makassar. Perhelatan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) untuk memilih Duta Wisata tahun 2019 meninggalkan jejak untuk dievaluasi lebih lebih lanjut. Pasalnya ada 8 daerah di SulSel yang absen karena tidak mengirimkan wakilnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi SulSel, Hj Liestiaty F Nurdin yang hadir di Malam Grand Final menyayangkan ketidakhadiran 8 Kabupaten/Kota tersebut.

“Sayang sekali ada 8 Kabupaten/Kota tidak ikut. Saya minta daftarnya, daerah mana saja itu”, tegasnya.

Dia berencana untuk menghubungi langsung para Ibu Bupati/Walikota ataupun Ketua PKK daerah bersangkutan. Harapannya tahun depan, tidak ada lagi yang menyepelekan ajang Pemilihan Duta Wisata SulSel.

“Saya ingat waktu masih di Bantaeng, Alhamdulillah sepuluh tahun kami selalu berpartisipasi. Banyak ilmu dan pengalaman bisa diserap anak-anak kita dalam rangka pengembangan sektor pariwisata”, tuturnya.

Lies, sapaan akrab Isteri dari HM Nurdin Abdullah (NA), tak lain adalah Gubernur SulSel saat ini, menerangkan bahwa melalui ajang itu para finalis dapat melatih dan meningkatkan kemampuannya bukan hanya kecantikan saja tetapi juga kecerdasan, moral dan agama.

“Semoga kalian bisa mewakili SulSel di ajang serupa di Bali nanti untuk tingkat nasional”, pungkasnya.

Ajang bergengsi itu digelar di Ballroom Swiss-bellinn Panakkukang, Makassar, Jum’at (05/07/19). Dimana dihadiri diantaranya Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) SulSel, Denni Irawan dan Ketua Dharma Wanita Persatuan unit Dispar SulSel, Sri Rejeki.

Read:  Remaja Masjid Taqwa Tompong Sukses Gelar MTQ XXXI Tahun 2019

SulSel ini kata Lies diakhir sambutannya, dihuni 4 etnis dengan beragam seni dan budaya serta destinasi wisata yang tersebar di 24 Kabupaten/Kota. Kesemua itu butuh dukungan penuh seluruh pihak termasuk generasi muda yang harus dibekali pemahaman maksimal terkait kepariwisataan. (*)