Tingkatkan Sistem Mutu PSAT, DKP Bantaeng Adakan Pelatihan Pertanian Alami

Pelatihan Pertanian Alami dilaksanakan DKP Bantaeng.
Petani dan Penyuluh Pertanian mengikuti Pelatihan Pertanian Alami yang dilaksanakan DKP Bantaeng (24/04/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bantaeng melaksanakan Pelatihan Pertanian Alami melalui kegiatan Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan di Ruang Pertemuan BPP Lamalaka Jalan Dr Ratulangi, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng.

Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung selama 5 hari (24-28 April 2019) dengan menghadirkan Praktisi PHP sebagai narasumber yang dikenal sudah lama berkecimpung dalam pengendalian OPT dan Trainer sekaligus pelaku pertanian alami di Kabupaten Bantaeng.

Read:  Guliran Cerita Syekh Abdul Gani Berujung Abadi Untuk Masjid

Dikatakan Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Asniati Ninra kepada AMBAE, Kamis (25/04/19) bahwa pelatihan ditujukan untuk meningkatkan sistem mutu dan keamanan pangan di Kabupaten Bantaeng khususnya Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

“Melalui pelatihan ini kita harapkan dapat meningkatkan mutu dan keamanan pangan terutama PSAT”, terangnya.

Sekaligus mensosialisasikan konsep pertanian alami sebagai salah satu opsi  ekonomis dalam meningkatkan produksi pertanian. Dan juga sebagai langkah preventif terhadap kelangkaan pupuk di Kabupaten Bantaeng.

Read:  Ahmad Yani Menguat di Bursa Calon Ketua Karang Taruna Bantaeng

Pelatihan yang diikuti sejumlah Petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan dari Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bantaeng itu dibuka secara resmi Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan, Budi Taufiq, Rabu (24/04/19). Turut hadir Koordinator PHP Kabupaten Bantaeng Bakhtiar dan Ketua Serikat Petani Alami (SPA) Butta Toa Kabupaten Bantaeng, Ikhsan Jabir.

Budi memaparkan tugas DKP mencakup 3 pilar yakni distribusi pangan, ketersediaan pangan serta konsumsi dan keamanan pangan. Dia pun menghimbau peserta dapat mengikuti pelatihan dengan seksama dan mengambil manfaat sebesar-besarnya.

“Semoga peserta bisa lebih memahami bahkan bisa membuat sendiri pupuk maupun obat-obatan alami yang nantinya diaplikasikan di lahan usaha tani miliknya”, pungkasnya.

Dengan begitu kata Budi mudah-mudahan mampu mengefisienkan biaya produksi. Disamping itu meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian karena lebih aman dan bermutu. (*)