Rakor PKK Bulan April 2019, Isteri Bupati Bantaeng Teteskan Air Mata

Rakor PKK bulan April 2019 di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng.
Ketua PKK Bantaeng membuka Rakor PKK untuk bulan April 2019 (11/04/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Bantaeng kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) periode April 2019 untuk tingkat Kabupaten Bantaeng di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Kamis (11/04/19).

Rakor kali ini cukup berbeda dari sebelumnya, seisi ruangan terdengar isak tangis para peserta dari para Pengurus dan Kader PKK serta Dekranasda Bantaeng. Terlebih Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Hj Sri Dewi Yanti dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Hj Rahmah Arsyad.

Isak tangis isteri Bupati Bantaeng itu bermula saat pemutaran video dokumenter oleh panitia pelaksana dari TP PKK Kecamatan Bissappu. Video berdurasi pendek itu dipersembahkan untuk mengenang Hj Ernawati binti Nali yang di akhir hidupnya menjabat sebagai Sekretaris POKJA III TP PKK Kabupaten Bantaeng.

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Kehilangan cukup besar buat Saya pribadi karena Almarhumah sosok begitu ceria dan penuh dedikasi”, ungkap Sri dengan terbata-bata.

Dikatakan lebih lanjut bahwa Hajjah Erna (sapaan karib Almarhumah) yang meninggal dunia di RS Stella Maris tanggal 31 Maret 2019 lalu, diyakininya selalu ingin membuat senang orang-orang disekitarnya. Meski baru beberapa bulan akrab, Sri mengaku tiap hari merasa sangat kehilangan.

“Mohon semua yang hadir untuk memaafkan segala khilaf dan kesalahan yang pernah dilakukan Hj Ernawati binti Nali baik sengaja maupun tidak disengaja”, tuturnya.

Dia pun meminta peserta Rakor membaca Surah Al Fatihah dan do’a dengan harapan amalannya dikirimkan agar Almarhumah dilapangkan kuburnya, diterima segala amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosanya.

Read:  Mengakhiri Verlap KKS Bantaeng, Sri Dewi Yanti: Terima kasih, Kami Serahkan ke Bulukumba

Di akhir sambutannya, Sri mengajak kader PKK dan Dekranasda untuk menumpuk amal jariyah sebanyak-banyaknya dengan senantiasa belajar dari mereka yang telah mendahului. Diterangkan jika tak lama lagi bulan suci Ramadhan menanti segenap umat Islam untuk mengisinya dengan beribadah. (*)